Al A Raf 171-180

178. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang merugi.
179. Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (7:178-179)

Disini kembali ditunjukkan kalau Allah lah yang memberi petunjuk atau menyesatkan manusia. Namun ayat ini lebih jauh lagi daripada ayat (2:6-7). Ia memberi kesan kalau Allah telah menciptakan sebagian jin dan manusia dan sengaja menyesatkan mereka untuk menjadikan mereka pengisi neraka jahannam. Silakan lihat ayat (4:88).

Masih banyak kisah menarik lainnya. Kisah Fir'aun dan Musa dan Harun dengan para penyihir yang malang.

Wow. Mukjizat Musa sangat hebat, tongkatnya menjadi ular yang nyata. Kenapa sekarang tidak terjadi lagi mukjizat semacam itu ya? Tentupara pesulap modern akan terkesan, walau belum tentu langsung meniarap sujud.

Tak kalah menarik kisah kembalinya musa dari bukit dengan batu-batu bertuls dan menemukan Bani Israil menyembah anak sapi. Endingnya tidak seseram dalam injil. Sangat menarik.

Dalam ayat-ayat terakhir, pengarang Al Quran mengetengahkan perintah-perintah untuk menceritakan kisah para nabi dan umatnya ini kepada manusia dan mengutuk orang-orang yang tidak percaya sebagai anjing, ternak atau lebih sesat lagi. OK. Kalau begitu hewan ternak adalah sesat.

[7:179] Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

Mereka masuk neraka. Para penghuni neraka akan cukup senang dengan sapi asap dan botok ayam saya rasa.

Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License