Al Baqarah 2:21-31

2: 22. Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.

komentar
sains modern mengatakan segalanya mengenai bumi di ruang dan tidak ada batasan bahkan bila anda terbang miliaran tahun cahaya ke segala arah. Pertanyaannya adalah: kalau tidak ada langit padat di atas kita lalu bagaimana mungkin ia butuh tiang untuk menopangnya? Apakah memang ada atap di atas kepala kita? Apakah ada canopi di atas sana? Apakah ada pegunungan disana untuk mencegah bumi berguncang?

Kemurtadan

[2:27] (yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi.

Ayat Ayat Baik

2: 29. Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

Sekarang, apakah ini sesuai dengan sains modern? Percayakah anda, bumi diciptakan dahulu, setelah itu, tuhan menciptakan langit? Sains modern mengatakan demikian? Atau bagaimana bisa ada tujuh langit? Sains modern mengatakan demikian, sesungguhnya tidak ada atap di atas kepala kita. Yang ada adalah ruang tanpa batas sama sekali. Ayat-ayat ini hanya memaksakan gagasan kuno kalau langit adalah atap, bukan begitu? Lucu.

30. Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."
31. Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!"

Komentar
Adalah benar kalau dalam ayat ini Allah memberitahu para malaikat keinginannya untuk menciptakan seorang manusia dalam sifatNya. Walaubegitu, para malaikat tahu kalau ciptaan Allah yang baru ini akan membuat kerusakan di bumi. Bagaimana mungkin para malaikat mengetahui sifat manusia bahkan sebelum Allah menciptakannya (Adam) ? tidakkah ini menunjukkan kalau malaikat Allah lebih pintar dari Sang Pencipta sendiri? Lebih lanjut, bila manusia di ciptakan dengan sempurna oleh Allah dapat berbuat jahat, maka ini berarti secara logis kalau Allahlah yang memiliki sifat jahat itu sendiri; karena, manusia sesungguhnya refleksi dari sifat Allah.

Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License