Al Isra1

Masjidil Aqsa

[17:1] Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Disini kita tidak akan mempertanyakan absurditas perjalanan demikian. Mempertimbangkan kalau bahkan cahaya (benda tercepat di alam semesta) perlu 8 tahun untuk tiba ke tata surya terdekat, dan 30 miliar tahun untuk mencapai perbatasan alam semesta yang di ketahui, dan mempertimbangkan kalau sayap itu tidak bekerja di luar atmosfer bumi, perjalanan yang dilakukan di atas seekor kuda dalam satu malam hanyalah dongeng. Bila Muhammad dapat pergi dari Medinah ke hadapan Allah, mengendarai kuda bersayap, dan kembali dalam satu malam, maka istana Allah pastilah tidak jauh dari Medinah. Kenapa belum ada yang menemukannya? Kita juga mesti mempertanyakan apakah gerbang langit ada di yerusalem? Kenapa muhammad mesti pergi ke Masjidul’ Aqsa untuk pergi ke langit?
Masalah terbesarnya dengan kisah ini adalah Masjid’ul Aqsa “Mesjid terjauh” dibangun setelah Muhammad meninggal.
Saat Umar menaklukkan Yerusalem ia melakukan sholat di tempat dimana Kuil Sulaiman dahulu berdiri. Romawi tahun 70 M menghancurkan kuil ini. Karena tidak ada kuil, gereja atau mesjid berada di tempat itu. Adalah Khalifah Abdul Malik bin Marwan yang membangun Dome of the Rock sekitar 691 M yaitu 72 tahun setelah Hijrah. Dan Mesjidil Aqsa dibangun di Temple Mount pada akhir abad ke 7. Ini dilaporkan dalam The Concise Encyclopedia of Islam, Harper & Row, 1989, p. 46 and 102.
Mi’raj muhammad terjadi sekitar tahun 622. Disaat Yerusalem ditangan kristen. Tidak ada orang islam tinggal di sini dan jelas tidak ada mesjid di Yerusalem. 53 tahun setelah kematian muhammad, kaum muslimin membangun Dome of the Rock dan Al Aqsa di tempat dimana Sulaiman memiliki kuilnya.
Hal ini membuat kita bertanya-tanya, mungkin, seperti injil, quran juga ditulis, dimanipulasi dan diperkaya bertahun-tahun setelah sang pengarang meninggal, menambahkan dongeng yang dibuat disekitar muhammad setelah kematiannya untuk membuat buku ini indah. Siapapun yang mengarang ayat 17:1, tidak tahu kalau Masjidil Aqsa tidak ada pada masa Muhammad dan ia tidak dapat pergi ke langit dari tempat yang tidak ada.

Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License