Al Kahfi 91-100

Dongeng

91. demikianlah. dan sesungguhnya ilmu Kami meliputi segala apa yang ada padanya.
92. Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi).
93. Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan
94. Mereka berkata: "Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya'juj dan Ma'juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?"

Komentar
Sebagian ahli tafsir menganggap kalau Yajuj dan Majuj adalah raksasa jahat yang akan muncul di Syria dan akan menghancurkan dunia indah Islam. Lalu adalah Nabi Isa yang akan muncul kembali memerangi Yajuj dan Majuj untuk menyelamatkan dunia. Kisah dongeng penuh warna ini diyakini ratusan juta muslim, seperti halnya mereka yakin kalau Quran berasal dari Allah. Walau begitu, pernyataan historis dalam quran ini sangat bertentangan secara serius. Karena sejarah kuno menyebutkan kalau Aleksander adalah seorang yang narsis, kejam dan mengklaim dirinya sebagai anak dari Amun, tuhan Mesir. Dan Quran dengan menakjubkan mengatakan kalau Aleksander adalah orang yang telah mencapai ujung barat bumi yang datar, dimana matahari tenggelam di dalam air berlumpur, dan juga mencapai ujung timur bumi dimana ia melihat matahari terbit. Hingga kini anda bisa mengunjungi beberapa tempat terpencil di Turki, Irak, Iran, afghanistan, pakistan dan punjab dan mendengar dongen mengenai seseorang bernama Eskander atau Sikander yang dipuji sebagai pejuang hebat. Intinya adalah quran dengan jelas meminjam dongeng ini yang tersebar luas di semenanjung Arabia.

95. Dzulkarnain berkata: "Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka,
96. berilah aku potongan-potongan besi." Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulkarnain: "Tiuplah (api itu)." Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: "Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku kutuangkan ke atas besi panas itu."
97. Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya.
98. Dzulkarnain berkata: "Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar."

Komentar
Secara umum dunia islam menerima Aleksander agung adalah Zulqarnain. Namun sebagian ulama meragukannya dan memberi alternatif kalau Zulqarnain adalah raja di awal prasejarah dimasa Ibrahim, karena dikatakan kalau Zulqarnain adalah orang beriman sementara Aleksander Agung adalah kafir dan percaya pada tuhan-tuhan Yunani.
”Dinding dalam ayat mestinya lebih besifat seperti jembatan besi daripada dinding besi. Dua jembatan besi, secara geografis terpisah memiliki kaitan dengan Aleksander agung di kota Derbend, dan dinamai bab ul hadid. Letaknya di pantai barat Laut Kaspia.

Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License