Al Mu Minun 11-20

23: 14. Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.

Ada masalah serius disini:
Gumpalan darah tidak dapat tumbuh menjadi apapun. Gagasan ini juga datang dari Yunani. Aristoteles percaya kalau manusia berasal dari mani pria yang menyatu dengan darah menstruasi , yang sepenuhnya salah. Quran mengatakan gumpalan (ALAQah) sepenuhnya salah mengenai perkembangan manusia, karena tidak ada tahap perkembangan dimana janin terdiri dari gumpalan. Situasi yang ada dimana janin tampak seperti gumpalan adalah saat keguguran, dimana darah yang menggumpal tampak keluar (sebagian besar adalah darah sang ibu) memadat dan secara definisi tidak lagi hidup. Maka, bila ada janin tampak seperti gumpalan ia tidak akan dapat lagi menjadi manusia; ia akan menjadi gumpalan mati daging bercampur darah karena keguguran. Karena nabi Muhammad SAW punya sekitar 13 istri adalah mungkin sekali kalau ia terbiasa dengan keguguran.
Sains modern mengatakan kalau pembentukan janin manusia adalah lanjutan dari konsepsi hingga lahir; maka tidak ada batasan berupa tahapan-tahapan yang nyata seperti dikatakan Quran. Quran menyebutkan 4 tahap, yang sesuai sepenuhnya dengan penjelasan Galen mengenai perkembangan janin manusia (yang terbukti salah oleh sains modern).
Penciptaan tulang dan pembungkusan dengan daging: menurut embriolog modern termasuk Prof. Moore, jaringan asal tulang, dikenal sebagai mesoderma, adalah jaringan yang sama menjadi asal dari otot(daging). Maka tulang dan otot mulai berkembang serentak, bukan bergiliran (seperti dikatakan Quran). Lebih lanjut, sebagian besar jaringan otot yang manusia miliki dibuat sebelum lahir, namun tulang terus berkembang dan mengeras (diperkuat dengan kalsium) hingga masa remaja. Jadi akan lebih akurat bila Quran mengatakan kalau otot mulai berkembang bersamaan dengan tulang, namun selesai lebih awal. Gagsan kalau tulang dibungkus dengan daging bukan hanya sepenuhnya salah secara ilmiah, namun juga disalin seluruhnya dari hipotesis dokter Galen dari Yunani.
Juga, gagasan yang mengatakan :”dibuat menjadi tulang dan tulang itu dibungkus dengan otot” datang dari teknik membuat patung hewan dari kerangka kayu dan semen atau lumpur. Orang biasanya membuat kerangka (dari kayu) dahulu, lalu menutupnya dengan semen atau lumpur. Ini bukan penjelasan ilmiah perkembangan janin. Ini perkembangan patung.

[23:18] Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya
[23:19] Lalu dengan air itu, Kami tumbuhkan untuk kamu kebun-kebun kurma dan anggur; di dalam kebun-kebun itu kamu peroleh buah-buahan yang banyak dan sebahagian dari buah-buahan itu kamu makan,

Dr Bucaille juga mengkalaim dalam bukunya bahwa qur'an menceritakan tentang siklus air, dimana, air:

(1) menguap dari laut dan bumi;

(2) menjadi awan; yang mana

(3) memberi hujan; kemudian

(4a) menyebabkan tanah memberi rizki, dan

(4b) mendaur ulang meja air yang mengungkapkan dirinya dengan sungai yang deras dan sumur yang penuh.

Abul Kasem telah menekankan ini dalam salah satu artikelnya:

Bila seseorang membaca bahasan Dr. Bucaille pada topik ini, tidak perlu pintar untuk mencatat logika yang diputar dan pilihan pintar nya hanya pada ayat2 yang memenuhi keinginannya. Satu penekanan menarik adalah bahwa ia hanya menyalin fenomena alam yang ditulis dalam qur'an dan menafsirkannya sebagai penjelasan ilmiah dalam qur'an. Ini jelas tidak dapat diterima bagi orang yang paham mengenai apa itu pengetahuan ilmiah sebenarnya.

mari kita lihat bagaimana Dr William Campbell menyanggah sains Qur'an dari Bucaille :

Dr Bucaille menyatakan bahwa hingga akhir abad ke16 "manusia memahami pandangan siklus air yang tidak benar", dan menganggap beberapa pernyataan dalam Qur'an yang mencerminkan sebuah pengetahuan siklus air tidak dapat datang dari sumber manusia.

Ia mengutip ayat 50:9-11, 35:9, 30:48, 7:57, 25:48-49, dan 45:5, sebagai ayat2 membahas langkah (2), (3), dan (4a) di atas. Sebagai contoh, mari kita lihat surah makkiyah akhir(Al-A`rúf) 7:57,

[57] Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa (2)awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan (3)hujan di daerah itu, maka (4a) Kami keluarkan dengan sebab hujan itu berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.

Untuk menunjukkan langkah (4b) di atas ia mengutip dari ayat 23:18-19, 15:22, dan dari surah makkiyah akhir (Al-Zumar) 39:21 yang berbunyi:

[21] Apakah kamu tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, maka diaturnya menjadi (4b) sumber-sumber air di bumi kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu ia menjadi kering lalu kamu melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.

Ayat2 ini akurat, tentu saja, namun pertanyaannya apakah itu menunjukkan pengetahuan khusus dan berarti wahyu dari Tuhan? Jawabannya jelas "tidak bisa". Setiap orang, bahkan mereka yang tinggal di kota, dapat menyebutkan langkah (2), (3), dan (4a). Dan setaip orang yang memiliki hubungan dengan petani selama kekeringan akan mendengar mereka mengatakan mengenai sumur dan sungai mereka yang mengering, maka menunjukkan langkah pengetahuan (4b) itu umum bahwa sumbernya adalah hujan dan asal dari air bawah tanah.

Namun bagaimana dengan langkah (1)? – penguapan sebagai sumber awan hujan. Ini akan lebih sulit dipahami dengan pengamatan sederhana saja, itu tidak mungkin tampak pada masyarakat kuno saat Qur'an diturunkan. Namun apakah qur'an memiliki ayat yang menjelaskan proses penguapan? Sayangnya, tidak satu ayatpun mendukung klaim tersebut.

Dapat ditunjukkan bahwa tidak ada akhirnya cendekiawan muslim membuat klaim aneh. Bila kita mengunjungi situs islam besar, kita akan menemukan ratusan argumen konyol seperti itu.
Sebagian sanggahan berikut dari teman2 lainnya:
Richard Carrier menyanggah klaim Dr Mansour Hassab-Elnaby mengenai laju cahaya.
The Koran Predicted the Speed of Light? Not really., Secular Web
Ali Sina menyanggah klaim Harun Yahya tentang lapisan atmosfer. Layers of Heaven
Abul Kasem dan Syed Kamran Mirza menyanggah klaim mengenai gunung2 Mountain Building—Allah's Style?, Koran on Mountain.

Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License