Apakah Langit Atap Atau Kanopi Bumi

21: 32. Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya.
31: 10. Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik.

2: 22. Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.

komentar
sains modern mengatakan segalanya mengenai bumi di ruang dan tidak ada batasan bahkan bila anda terbang miliaran tahun cahaya ke segala arah. Pertanyaannya adalah: kalau tidak ada langit padat di atas kita lalu bagaimana mungkin ia butuh tiang untuk menopangnya? Apakah memang ada atap di atas kepala kita? Apakah ada canopi di atas sana? Apakah ada pegunungan disana untuk mencegah bumi berguncang?
Sekali lagi Allah memandang langit sebagai atap di atas bumi, yang akan pecah pada saat kiamat

78: 19. dan dibukalah langit, maka terdapatlah beberapa pintu,
82: 1. Apabila langit terbelah,
69: 16. dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah. > 81: 2. dan apabila bintang-bintang berjatuhan,

Komentar :
Menurut Yusuf Ali dalam tafsirnya : langit biru yang indah di atas sana akan pecah berkeping-keping.
Sains modern memberi tahu kita kalau tidak ada atap atau canopy di atas bumi; namun di segala penjuru bumi adalah ruang tanpa batas. Hanya Allah tahu apa yang akan pecah atau meleleh atau bagaimana pintu-pintu akan terbuka, tidak ada dinding, dari mana pintunya bisa muncul? Dalam beberapa ayat Allah menakut-nakuti orang kafir dengan mengatakan ”Aku (Allah) akan melempar potongan langit kepadamu.”

Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License