Luqman 21-30

31: 29. Tidakkah kamu memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan Dia tundukkan matahari dan bulan masing-masing berjalan sampai kepada waktu yang ditentukan, dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Komentar
Ayat seperti diatas dapat ditemukan berulang ulang hampir dalam tiap halaman Quran. Karena. Allah berdiri di gurun terbuka di Arabia dan melihat dengan jelas kalau setiap pagi MATAHARI terbit di timur dan seiring waktu berjalan dan tenggelam di barat, dan sebagai hasilnya, siang dan malam mengikuti. Allah sungguh menyebutkan kalau pengetahuan yang salah ini (matahari bergerak) pada orang pra sejarah. Setiap kali Allah menyebutkan matahari dan bulan, ia menyebutkan siang dan malam, karena gerakan semu harian matahari mengakibatkan siang dan malam. Namun mengejutkannya, orang muslim mengatakan dengan bangga kalau Quran bercerita tentang gerakan matahari 1400 tahun lalu yang baru ditemukan sains sekarang. Di dunia nyata, butuh waktu 225 juta tahun bagi matahari untuk hanya membuat satu putaran penuh di bima sakti. Dan jelas revolusi matahari mengelilingi inti galaksi tidak ada hubungannya dengan siang dan malam di bumi. Sesungguhnya, matahari diam relatif terhadap bumi, karena bumi tersangkut pada gaya gravitasi raksasa matahari sehingga ia ikut bergerak bersama matahari kemana ia pergi, seperti halnya kita terjebak dalam gravitasi bumi sehingga tidak merasakan gerakannya sama sekali.
Lalu mengapa, Allah mengatakan gerakan matahari terus menerus. Sekarang umat islam mengatakan kalau sains benar dalam hal ini. Kenapa Allah mesti menyebutkan perjalanan matahari 225 juta tahun (yang bahkan tak terbayangkan bagi manusia) untuk menggambarkan siang dan malam? Apa hubungan gerakan matahari dengan siang dan malam?

Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License