Maryam 19:18-35

Maryam dan Kelahiran Yesus dalam Qur’an

18. Maryam berkata: "Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang Maha pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa."
19. Ia (jibril) berkata: "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci."
20. Maryam berkata: "Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!"
21. Jibril berkata: "Demikianlah." Tuhanmu berfirman: "Hal itu adalah mudah bagiKu; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan."

Keterangan :
Setelah yakin kalau pria itu bukanlah pezinah; kalau ia membawa roh Allah dalam tubuhnya, dan kalau anak yang ia akan Bantu lahirkan adalah anak Allah, Maryam setuju untuk tidur dengannya. Tindakan ini membuatnya hamil dengan anak bernama Isa almasih, dan ini ia baru sadari setelah pria tersebut pergi dari kamarnya.

22. Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh.
23. Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia berkata: "Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan."
24. Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: "Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu
25. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu,

komentar
seperti semua wanita yang akan melahirkan, Maryam merasakan rasa sakit yang amat sangat. Saat ia tidak melihat siapapun disekitarnya untuk membantunya melahirkan, ia meratap: "Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan."
Bukannya membantu meringankan rasa sakit yang teramat sangat ini, Allah menyuruh Jibril memerintahkan sang ibu yang sedang begitu sakitnya ini menggoyangkan pangkal kurma. Agar mendapatkan buah kurma yang tidak ada hubungannya dengan menghilangkan rasa sakit akan melahirkan.

26. maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: "Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini."

Komentar :
Entah bagaimana Maryam kemudian dapat selamat dari peristiwa melahirkan ini. Mungkin ia memotong tali pusar bayinya dengan pelepah kurma, karena pohon kurma itu tentulah ada gunanya.
Lalu kemudian Allah menyuruh Maryam makan dan minum serta bersenang hati, namun bila ada orang melihatnya, Maryam diperintahkan untuk mengatakan kalau ia sedang berpuasa. Dengan kata lain, Allah memerintahkan Maryam untuk berbohong.

Maryam Dan Miriam

27. Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar.
28. Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina",

Komentar :
Namun Harun, saudara Musa, hidup dan wafat berabad-abad sebelum Maryam, ibu Isa lahir; dan saudari Harun adalah Miriam, bukan Maryam. Dalam bahasa Arab, kta Maryam dan Miriam adalah sama, mungkin inilah penyebab kesalahan ini. Ini adalah sebuah kesalahan yang wajar dibuat seorang Arab dari abad ke tujuh, yang bingung dengan nama Maryam dan Miriam, namun bukan kesalahan yang dibuat Allah yang Maha Tahu.

29. maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: "Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih di dalam ayunan?"
30. Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi,
31. dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;
32. dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.
33. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali."
34. Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya.
35. Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: "Jadilah", maka jadilah ia.

Komentar :
Mari kita bayangkan situasi ini. Anda seorang biasa di abad pertengahan yang melihat seorang bayi tiba-tiba bisa berbicara. Apa reaksi anda? Terkena serangan jantung, lari ke luar kota, menyembunyikan anak anda dari iblis jahat yang anda sangka merasuki bayi itu? Reaksi orang akan beragam, tapi yang pastinya akan sangat gempar. Masyarakat akan segera berkumpul, kemampuan isa berbicara saat bayi akan tersebar dan tercatat dalam sejarah sebagai keajaiban, ia akan di kerumuni banyak orang yang ingin mendapatkan berkat, dsb. Tapi kita tidak punya catatan sejarah adanya bayi demikian. Apakah semua orang yang hadir saat itu terkena serangan jantung mendadak? Dan yang selamat berjanji tidak akan memberitahukan kejadian hari itu kepada siapapun? Tidak dijelaskan dalam al Qur’an.

Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License