Muhammad 47:21-30

(Q47.23) Mereka itulah orang-orang yang dila'nati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka.

Perilaku ini tidak pantas untuk pencipta alam semesta ini. Bahkan bila orang yang Allah pilih ini berbuat jahat, kenapa kemudian hati mereka harus dikunci? Kenapa Ia membuat mereka tuli dan buta, kenapa bukan memberi mereka kesadaran dan pendengaran lalu menghukum mereka? Inikah keadilan? Apa yang akan anda katakan kalau seorang raja memotong kaki prajuritnya kemudian menyuruh mereka berlari kemudian menghukum mati mereka karena tidak dapat berlari? Bukankah raja demikian adalah psikopat? Mungkinkah Tuhan bertindak seperti psikopat?
Teka-tekinya semakin membingungkan saat pada ayat selanjutnya, tanggung jawab ini bergeser pada orang-orang yang mengunci hati mereka sendiri!

(Q.47.24) Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran ataukah hati mereka terkunci?

Apakah tuhan yang mengunci hati mereka atau mereka sendiri? Jelas kedua ayat ini bertentangan.

Kemurtadan

[47:25] Sesungguhnya orang-orang yang kembali ke belakang (kepada kekafiran) sesudah petunjuk itu jelas bagi mereka, syaitan telah menjadikan mereka mudah (berbuat dosa) dan memanjangkan angan-angan mereka.

[47:26] Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka (orang-orang munafik) itu berkata kepada orang-orang yang benci kepada apa yang diturunkan Allah (orang-orang Yahudi): "Kami akan mematuhi kamu dalam beberapa urusan", sedang Allah mengetahui rahasia mereka.

Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License